Inilah Gambaran Singkat Jika Kamu Ingin Backpacker ke Flores

Sudah berbulan-bulan rasanya perjalanan ke dataran Flores hanya singgah di otak tanpa sedikitpun bergeser ke tulisan. Yah...rasa malas ini sudah menjadi kebiasaan kalo dibiarkan berlarut-larut. Walaupun perjalanan yang tidak begitu lama, namun saya bisa merasakan bahagianya, sedihnya, terkejutnya, campur aduk menjadi satu hingga setiap momen itu bisa tergambar jelas dibenak saya. Karena banyak yang harus saya ceritakan, maka saya rangkum untuk garis besarnya saja ya, biar memori ini tidak pernah hilang di otak saya.

2 komentar:

BALADA “IWAK PE...”

Masih ingatkah akan lagu yang iwak peyek sego jagung (ikan peyek nasi jagung)? Lagu yang hampir pernah tenar di semua kalangan baik pejabat kelas teras hingga tukang becak pinggir jalan hampir mengenal lagu itu. Lagu yang dimulai dengan alunan khas dangdut jawa hingga bisa menjadi bait lagu berirama bahasa indonesia seakan mengingatkan kita akan makanan khas yang daerah jawa Timur.

0 komentar:

Gunung Panderman, Gunung yang bisa mengobati kegelisahanmu


Puncak sejengkal kaki
Berawal dari kegalauan dari sahabat semasa SD yang menjalani kehidupan layaknya sinetron-sinetron yang tayang di tv. Dan keinginannya untuk bisa mendaki gunung biar katanya bisa menikmati kesunyian diatas beribu meter di atas tanah. Sudah lama dia menginginkan itu, ya sekitar lima bulan lamanya setelah pendakian ku ke Gunung Lawu. Antara perasaan senang dan khawatir, takut terjadi apa-apa jika aku harus berdua dengannya, secara aku sendiri belum mahir-mahir juga berkegiatan di alam bebas.

6 komentar:

Wisata dan Cafe Romantis Dago Pakar

18.36 5 Comments

Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda Bandung adalah hutan kota yang jaraknya berkisar 7 km dari pusat kota Bandung ke sisi utara. Dan terdapat di ketinggian 800 – 1350 meter di atas permukaan laut. Objek wisata ini ada di kawasan Dago atas dan dikarenakan letaknya tersebut Tahura Djuanda lebih dikenal dengan nama Dago Pakar.

Beragam macam tanaman hidup di objek wisata Dago Pakar ini, beberapanya ialah pohon Pinus (Pinus merkusii), Kaliandra (Calliandra callothyrsus), Bambu (Bambusa sp.) Teklan (Euphatorium sp.), kayu Manis dan lain-lain. Tak hanya itu beberapa hewan pun hidup disini diantaranya Musang (Paradoxurus herma paproditus), Tupai (Callosciurus notatus), Kera (Macaca insularis) serta beragam jenis burung yaitu Kepondang (Oriolus chinensis), Kutilang (Pycnontus caferaurigaster), Ayam hutan (Gallus gallus bankiva) dan beberapa jenis lainnya.

Beberapa lokasi wisata yang bisa jadi referensi anda untuk berlibur tahun ini antara lain

Gua Jepang 

Bagi anda yang tertarik dengan gua bersejarah ini anda perlu menyewa senter yang dikenai harga Rp 5.000 serta jika anda ingin anda bisa menggunakan jasa pemandu dengan harga Rp 25.000 per pemandu yang akan membimbing anda menelusuri gua ini. Gua yang terletak 600 meter dari pintu masuk dago pakar merupakan gua buatan yang dibuat pada tahun 1942 ketika masa penjajahan jepang. Terdapat empat buah pintu yang terhubung satu sama lain terkecuali pada pintu kedua yang digunakan sebagai pintu pengecoh. Dulu gua ini digunakan sebagai lokasi perlindungan serta pusat pertahanan jepang di bandung utara.
Untuk menelusuri ke dalam Gua ini, anda biasanya akan diminta menyewa sebuah senter seharga 5000 rupiah dan Anda juga dapat meminta bantuan pemandu untuk membantu Anda menelusuri gua ini dengan biaya 25000 per pemandu. Bila Anda tak mau menyewa pemandu, Anda dapat pula masuk ke gua ini tapi saran saya sebaiknya beramai-ramai ya, jangan sendirian.

Gua Belanda

Gua Belanda lokasinya berkisar 400 meter disamping Gua Jepang. Ukuran Gua Belanda lebih luas dan kondisinya terlihat lebih baik dari gua jepang karena gua ini pernah beberapa kali di renovasi. Gua ini dibangun pada tahun 1941 yang pada mulanya dipakai sebagai lorong sebagai keperluan saluran air untuk PLTA kemudian ini gunakan sebagai pusat komunikasi rahasia tentara belanda namun setelah masa kemerdekaan digunakan sebagai gudang mesiu. 

Curug Ciomas

Pemandangan Curug Ciomas dengan air terjun yang riuh turun membuat buih – buih putih akan memanjakan anda dengan percikan airnya yang menyegarkan. Tak hanya air terjun Curug Ciomas ini namun juga ada Curug Koleang yang siap menyambut anda dengan keindahannya serta Taman Maribaya yang teduh dan khas dengan keindahan alamnya. 

Bagi anda yang tertarik berkunjung ke lokasi wisata ini anda akan dikenai biaya tiket masuk Rp 8.000 serta parkir mobil sebesar Rp 10.000 dan motor Rp 5.000. Setelah puas berjalan – jalan di Dago perut anda pasti akan meminta untuk segera diisi dengan berbagai hidangan lezat beberapa Cafe dengan suasana romantis di Dago ini dapat menjadi tujuan santap kuliner anda bersama pasangan.
Jika anda ingin mengunjungi semua lokasi wisata ini namun tak cukup 1 hari maka anda bisa menyewa hotel yang banyak terdapat di daerah Dago. Anda bisa memilih hotel – hotel yang sesuai dengan keinginan anda. Jika kesulitan memesan hotel sendiri anda bisa mengunjungi website traveloka untuk pemesanan tiket pesawat dan juga penyewaan kamar hotel sekaligus dlam satu website yang pasti membuat waktu anda tak terbuang percuma.

Sumber: Sput.nikkers.blogspot.com



Seni dan Romantisme Congo Cafe and Gallery

Bagi anda yang berencana membawa pasangan anda berlibur ke Dago maka Congo Cafe ini bisa menjadi tempat santap makan siang anda. Ada yang unik dari cafe ini karena hampir keseluruhan cafe terlihat seperti area pameran karya seni bahkan etalasenya pun merupakan sebuah bentuk karya seni. Anda akan merasa seperti sedang dimusium kesenian sambil menikmati hidangan yangd isajikan. Berbagai ukiran cantik, meja dan kursi yang terbuat dari kayu jati berkualitas tinggi dapat anda lihat disini, dan pasti cocok bagi anda penyuka kesenian. 

Restoran ini terletak di jalan Rancakendal Luhur No.8, Dago Pakar, Bandung. Tak ada biaya parkir yang dikenakan di  lahan parkir yang luas, aroma kayu yang khas akan menyambut anda dan memberi rasa tenang seakan anda berada di alam. Saat malam tiba lampu – lampu dari kayu akan menyala dan membuat cahaya temaram yang menambah suasana romantis dengan sentuh seni di tempat makan ini. Hal ini membuat cafe ini sangat tepat bagi anda untuk mengajak pasangan anda makan malam romantis.

Tak hanya dekorasinya yang indah namun juga menu makanannya yang terkenal lezat. Menu paling populer di cafe ini adalah krim sup jagung, krim sup jamur dan juga singkong goreng untuk makanan penutup namun untuk makanan utama beragam menu seperti steak, kakap dabu atau sop buntut goreng yang panas bisa membuat perut anda kenyang. Untuk menu minuman bagi anda yang suka dingin anda wajib mencoba Brazillian Iced Tea.

Kafe ini buka mulai pukul 10:00 sampai 23:00 Wib. Menu–menu makanan disini tarifnya dimulai dengan Rp 15.000/porsi tak terlalu mahal mengingat dekorasi tempatnya dan makanannya yang memuaskan.

Sumber: Bandungwisata.com

5 komentar:

Resort Mewah di Pantai Nusa Dua Nan Indah



Seakan tak ada habisnya pantai-pantai indah di Bali yang bisa anda kunjungi. Pulau eksotik yang memiliki sejuta pantai ini wajib anda jelajahi dan harus masuk kedalam list perjalanan anda. Kali ini kita akan menjelajahi keindahan pantai Nusa Dua yang berada di kabupaten Badung, Kecamatan Kuta Selatan,  keindahan pantai ini tidak kalah dengan pantai Kuta saudaranya. Berada di ujung selatan Pulau Bali yang bisa anda tempuh dalam waktu 30 menit dari Bandara Internasional I Ngurah Rai, Denpasar. 

2 komentar:

Hai Anak Muda, Ini Dia Inventasi #LebihBaik yang Cocok Buat Kamu

03.41 , 0 Comments

Masih gengsi sama gaya hidup??
Banyak anak muda yang sekarang yang notabene sudah bekerja menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang, termasuk saya. Gaya hidup perkotaan yang semakin glamour membuat kita para usia produktif tidak memikirkan jangka panjang jika terus-terusan memenuhi gaya hidup tersebut. Mungkin kita masih menyepelekan bagaimana mengalokasikan gaji kita untuk menabung. Kalau menabung di bank, pastinya akan dengan mudah kita ambil jika sewaktu-waktu teman kita ngajak hangout atau travelling mendadak. Apalagi arus social media yang begitu dasyatnya membuat kita yang berada di usia produktif ingin selalu up to date memajang foto hangout, nongkrong-nongkrong cantik, travelling ke tempat-tempat hits dan lain-lainnya. 

0 komentar:

Hal Ini Yang Bikin Kamu Kangen Travelling Lagi

Masih ingat kan tulisan saya tentang Jalur Pendakian Gunung Lawu?
Nah, yang saya suka ketika saya bepergian ke suatu tempat, saya selalu bertemu dengan orang-orang baru, baik ketika berangkat, pada saat perjalanan, ataupun ketika sedang berada di tempat tersebut. Ketika saya memutuskan untuk naik bis untuk menuju kota Magetan, saya bertemu dengan

0 komentar:

Bagaimana jalur pendakian di Gunung Lawu untuk pemula, True Story (2)

Setelah saya membahas jalur naik melalui cemoro kandang, sayapun memilih jalur cemoro sewu untuk rute turun. Jalanan turun pun tidak semudah dibayangkan. Jalanan berbatu yang berundak-undak membuat kamu harus lebih ekstra waspada dari biasanya. Kamipun memecah rombongan menjadi dua di Warung Mbok Yem, Warung yang katanya tertinggi di Pulau Jawa. Satu-satunya warung yang berada hampir mendekati Puncak Hargodumilah. Denger-denger dari mbok yang berjualan pecel pada pagi hari, untuk asistennya sendiri dibayar 250rb untuk sekali jalan pp. 

2 komentar:

Bagaimana jalur pendakian di Gunung Lawu untuk pemula, True Story (1)


Gunung yang satu ini tergolong gunung yang mempunyai tingkat kemistikan paling tinggi versi para pendaki senior. Banyak cerita mistis yang terlontar di kalangan para pendaki, diantaranya banyak gagalnya para pendaki untuk ke sini karena didatangi kakek-kakek yang mengatakan ada upacara sesepuh di puncak Gunung Lawu. Disini juga banyak peziarah yang datang pada tanggal-tanggal tertentu di penanggalan Jawa. Walaupun gunung ini berada pada ketinggian lebih dari 3000 mdpl, tapi banyak para pemula yang belajar mendaki pada gunung ini termasuk saya.

Berikut rute yang bisa jadi panduan kamu bagi pemula untuk sampai ke Puncak Gunung Lawu. Rute transportasi dari Surabaya ke Gunung Lawu yaitu naik bisa eka/mira turun di Terminal Maospati, dari terminal maospati jika kamu beruntung kamu bisa langsung menemukan elf ke cemoro sewu, tapi jika tidak beruntung bisa ambil bis kecil kearah Magetan dan oper elf ke Sarangan, nanti ditengah perjalanan nego dengan sopirnya untuk mengantarkan langsung ke cemoro sewu atau cemoro kandang yang jaraknya tidak terlalu jauh antara cemoro sewu dan cemoro kandang

Cemoro Kandang
Bagi pemula saya sarankan untuk memulai pendakian dari Cemoro Kandang, walaupun jalurnya bisa dibilang lebih panjang dari Cemoro Sewu tapi tingkat kemiringan bisa dibilang masih aman dibandingkan dengan melewati Cemoro Sewu. Jika kamu ingin turun lewat Cemoro Sewu diperbolehkan asalkan kamu dalam keadaan tidak capek. Kalau untuk waktu perjalanan tiap-tiap orang mempunyai kapasitas waktu sendiri-sendiri. Ditambah dengan waktu istirahat yang dimiliki masing-masing orang yang berbeda.

Pos 1 Cemoro Kandang
Trek yang dilalui antara basecamp dan Pos 1 banyak ditumbuhi pohon-pohon tinggi dan ladang-ladang. Jarak yang ditempuh sekitar 2-3 km, dengan tingkat kemiringan yang tidak terlalu miring. Kalau waktu mungkin tiap-tiap orang berbeda ya, sekitar 1-2 jam an lah. Pos 1 sendiri sudah berupa bangunan semi permanen yang bisa dibuat berteduh didalamnya. Sayapun setim dengan teman baru yang kami kenal di terminal Maospati.

Pos 2 Cemoro Kandang
Setelah beristirahat agak lama, perjalanan dilanjutkan ke pos 2, jalur yang ditempuh ke pos 2 ini agak luamayan panjang dan agak lama, karena saya termasuk tipe-tipe yang gak mau capek, hehehe… sungguh saya sangat menikmati perjalanan ini. Karena saya memulai pendakian pada jam 3 sore. Jadi sampai ke pos 2 sudah mulai gelap. Jarak tempuh mungkin sekitar kira-kira 3-5 km dengan estimasi waktu mungkin sekitar 2-4 jam an lah kalau saya. Lama? Sudah pasti. Beruntunglah saya ditemeni teman seperjalanan yang suaranya kayak radio rusak. On terus brayyyyy…..ada saja topik pembicaraan yang terlontar. Seharusnya jalurnya melingkar seperti huruf S tapi kadang-kadang para pendaki sering membuat jalur kompas untuk menghemat waktu. Untungnya jalur kompasnya tidak terlalu terjal jadinya masih dirasa aman buat yang memulai pendakian. Untuk pos nya sendiri terdiri dari bangunan beratap yang sudah lapuk dimakan jaman. Beberapa pendaki ada yang bermalam disini, karena cukuplah untuk menampung 2-5 tenda kecil.

Pos 3 Cemoro Kandang
Saat itu saya dan temen saya dan beberapa temen yang baru saya kenal memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke pos 3. Sungguh sangat berhati-hati melewati jalur ini, walaupun tipikal jalannya landai tapi sisi kiri adalah jurang, jadi kita berjalan menyisir pinggiran bukit hingga sekitar 2 km, lalu jalanan mulai beranjak naik memutar seperti huruf S. Awas banyak cabang jalan yang membuat kamu memutuskan untuk memotong jalur disini. Saya pun juga melakukan itu. Untuk mencapai puncak bukit yang merupakan pos 3 saya memilih jalur yang langsung menanjak naik, apalagi pada waktu itu malam hari hanya saya yang tertinggal berdua dengan teman saya yang sama-sama tidak tahu jalan (noted : jika kamu termasuk pendaki pemula yang belum tau medan, saya sarankan wajib berjalan bersama dengan orang yang pernah mendaki gunung tersebut sebelumnya), saya memutuskan untuk langsung naik jalanan dengan kemiringan 45 derajat. Dan hasilnya saya kehabisan tenaga di tengah-tengah perjalanan, apalagi cuaca yang sangat dingin membuat badan ini serasa drop. Ditengah-tengah perjalanan untungnya saya bertemu dengan pendaki lain, dan saya menitipkan pesan jika sampai ke pos 3 minta tolong untuk salah satu tim saya turun membantu temannya. Jam menunjukkan pukul 10 malam. Setengah jam kemudian bantuan pun datang. Saya yang hampir drop mulai berseri-berseri melihat salah satu teman saya datang. Akhirnya pun kami bertiga berjalan sangat pelan hingga sampai ke pos 3. Pos 3 sendiri mempunyai bangunan permanen dengan lahan yang cukup luas untuk beberapa tenda. Tapi sayangnya kami kesana pada waktu musim long weekend, jadi banyak dari beberapa pendaki yang tidak bisa membuat tenda dan terpaksa tidur beratapkan langit. Tim saya yang berjumlah 8 orang terpaksa tidur bergantian satu tenda.

Lihat kanan atas, pendaki yang beratapkan langit
Sumber Air di Pos 3 Cemoro Kandang

Pos 4 Cemoro Kandang
Haripun berganti menjadi pagi, badan sudah mulai membaik. Ternyata tidak jauh dari Pos 3 ada sumber mata air yang bisa kamu manfaatkan untuk mengisi perbekalan. Kamipun tidak melewatkan untuk memasak perbekalan kita hingga cukup membuat tenaga kita on kembali. Karena banyak dari kita yang sudah mulai fit, perjalanan ke pos 4 lebih lancar dari biasanya. Seusai makan bersama dan beres-beres kamipun berjalan santai hingga pos 4. Jalanan yang dilalui hampir sama berkelok-kelok membentuk huruf S dan banyak persimpangan jalan yang memotong jalur dengan kemiringan lumayan. Tapi kami lebih memilih untuk mengikuti jalur S dan sampai ke pos 4 dengan sekitar waktu 2-3 jam an. Pos 4 sendiri terletak di tanah yang sangat datar yang bisa di buat banyak tenda. 

 

Pos 5 – Puncak Hargodumilah
Jalur yang dilalui semakin mudah, banyak jalanan menurun hingga sampai dipersimpangan jalan, disini ada tanda untuk menuju puncak hargodumilah. Jalanan menuju puncak memiliki kemiringan sekitar 45 derajat, dengan estimasi waktu setengah jam-1 jam kamu bisa sampai. Dan taraaa, akhirnya puncak tertinggi Gunung Lawu ditandai dengan tugu menjulang berwarna hitam.
Temen dari Surabaya

Temen baru kenal tapi setim dalam perjalanan


Jangan sombong ketika kamu berhasil sampai ke puncak, karena diatas langit masih ada langit. Estimasi waktu yang saya jabarkan tentu berbeda satu dengan yang lainnya. Banyak yang bilang kalau perjalanan ke puncak hanya memakan waktu 7-9 jam, gak salah memang kalau kamu termasuk yang sudah berpengalaman mendaki gunung. Tapi disini yang terpenting berangkat selamat pulang pun harus selamat. Jadi jangan kapok naik gunung lagi walaupun jalan mu mendaki termasuk paling lama diantara teman-temanmu.

Postingan berikutnya adalah jalur turun melalui cemoro sewu disini

5 komentar:

Menikmati Suguhan Kuliner Banyuwangi di kaki Gunung Ijen

Matahari mulai menunjukkan kegagahannya. Warna langitpun mulai berubah menjadi sangat terang. Sinar mentari pun mulai member kehangatan di sela-sela tulang yang sudah mulai lelah ini. Perjalanan yang amat panjangpun akhirnya bisa aku lalui. Ya walaupun banyak merepotkan banyak orang tapi aku bersyukur Tuhan mengirimkanku teman-teman yang sangat baik. Walaupun aku belum pernah mengenal mereka setidaknya rasa memiliki dan saling membantu hadir di tengah-tengah mereka. 

6 komentar:

Siapa Bilang Orang Gemuk Tidak Bisa Naik Gunung, Ini Dia Tipsnya

Banyak yang bilang orang gemuk atau yang mempunyai kelebihan berat badan dianggap tidak mampu atau tidak bisa menjalani aktivitas outdoor pada umumnya. Banyak yang beranggapan jika orang gemuk cenderung susah melakukan olahraga yang perlu mengasah fisik maupun mental seperti mendaki gunung contohnya. Tapi jika kamu yang termasuk orang yang memiliki kelebihan berat badan dan ingin mencoba mendaki gunung, ini dia yang perlu kamu lakukan agar kamu yang bertubuh gemuk bisa mendaki gunung.
Puncak Prau

0 komentar:

Dari Surabaya Menuju ke Dieng, Ada Cerita di Setiap Jengkalnya

Dieng. Yup Salah satu tempat yang berada di Kota Wonosobo ini sudah menjadi trendmark wisata di daerah jawa tengah dan sekitarnya. Kepinginnya sih sudah dari dulu mau kesini, tapi karna rencana Tuhan lebih baik dari rencana kita, jadinya bisanya pas akhir Maret kemarin. Jadi critanya kita ber sepuluh berangkat dari Bungurasih, terminal yang ada di Surabya ini udah kece lho, sumpah deh kaget banget terminal yang dulunya masih kotor dan pengap sekarang sudah berubah terminal ala-ala bandara. 

0 komentar:

Sunrise Gunung Prau, ketika aku dan kamu bersatu


Gunung yang satu ini merupakan Gunung yang terbilang tidak terlalu tinggi di wilayah Jawa Tengah, walaupun gunung ini tidak terlalu tinggi, jangan anggap remeh untuk trek sampai ke puncak Gunung Prau. Ketinggian Gunung ini hanya 2565 Mdpl untuk puncak tertinggi, tetapi banyak bukit-bukit disekitar puncak yang harus kamu nikmati untuk mendapatkan kepuasan lebih.

0 komentar:

Hal-hal Ini Yang Membuat Blog Saya Tidak Update

06.30 0 Comments

Ahhhhh… serius deh ya, males banget kalo disuruh update-update. Entahlah saya lebih memilih bermalas-malasan di tempat tidur sambil megangin henpon daripada harus berdirikan punggung ini untuk sekedar duduk dan mulai menulis di depan leptop. Andaikata ada aplikasi yang bisa langsung menulis tanpa mengetik kayaknya bisa diandalkan ya untuk kegiatan update postingan, tapi masalahnya aplikasi itu cuma dimiliki google untuk pencarian data. Nah kan malesnya kumat akut. Oke back to topic, jadi ceritanya sudah hampir setahun ini saya (hampir) sering jalan-jalan. Ya walaupun saya bertipe-tipe beruang, jadi keluarnya pas musim kemarau sedangkannnn kalau musim hujan hibernasi dirumah alias ngebooo…. Hehehehe.

0 komentar:

Yuk Intip Wisata di Tuban yang Bisa Kamu Singgahi

04.45 0 Comments

Kalau ngomongin soal wisata sih, kayaknya dari dulu gak akan pernah ada habisnya. Apalagi gempuran sosial media yang bikin orang bisa klik and share tempat-tempat indah yang ada di Indonesia. Akses yang cepat mebuat banyak penikmat-penikmat wisata ingin mengeksplorasi tempat-tempat baru yang belum terjamah, sehingga setiap tahunnya banyak muncul tempat-tempat wisata baru di wilayahnya masing-masing. Tak terkecuali di Tuban. Berikut tempat-tempat wisata di Tuban yang sayang kalau di lewatkan

0 komentar:

Wisata di Tuban yang Bikin Kamu Kangen Sama Kota Ini

Tsahhh....dari judulnya aja udah baper aja. Tapi beneran lho, walaupun saya sudah berkali kali kesini, tetep aja rinduuuu abis sama tempat yang satu ini. Yah walaupun kalau diliat lagi sih tempat ini dekat sama pabrik pengolahan gas bumi. Soal kenyamanan sih, emang gak diragukan lagi. Hayo.....coba tebak, tempat apakah yang saya maksud?.....hehehe....

0 komentar: