Dari Surabaya Menuju ke Dieng, Ada Cerita di Setiap Jengkalnya

Dieng. Yup Salah satu tempat yang berada di Kota Wonosobo ini sudah menjadi trendmark wisata di daerah jawa tengah dan sekitarnya. Kepinginnya sih sudah dari dulu mau kesini, tapi karna rencana Tuhan lebih baik dari rencana kita, jadinya bisanya pas akhir Maret kemarin. Jadi critanya kita ber sepuluh berangkat dari Bungurasih, terminal yang ada di Surabya ini udah kece lho, sumpah deh kaget banget terminal yang dulunya masih kotor dan pengap sekarang sudah berubah terminal ala-ala bandara. 


Tapi karna long weekend jadinyaaa fullll pakai bingitttt… Kesepuluh rombongan ini pun pindah lokasi ke garasi Bis Eka Mira, untungnya banyak angkot-angkot yang tulisannya ke arah mana jadi mendadak mengantarkan para calon penumpang ke Garasi bis ini. So, kita bersepuluh ditambah lima orang yang saya temui di mushola jadi berlima belas lah kami berangkat ke Garasi bis Eka mira. Dan perjuangan belum berhenti dijehhh…di garasi ini antrinya kayak meteran, panjang dan berujung layaknya obat nyamuk. Jadi akhirnya kami bagi tugas untuk gantian ngantri. Setelah kurang lebih 3 jam kami ngantri, akhirnya kami dapat kupon di Bis Eka yang merupakan bis eksekutif ke arah Magelang. Eits setelah dapat kupon kita belum langsung berangkat lho, kita harus nunggu bis yang tercantum di kupon kita. Hampir sejam kita nunggu, akhirnya kita berangkat ke Magelang. Disini rombongan kita yang tadinya yang berlima belas kembali ke formasi semula yaitu bersepuluh.

Tak banyak yang bisa saia ceritakan selama di bis hingga sampai Magelang, karena sepanjang perjalanan, saia tidur teman-teman, hehehe… Padahal kata teman saia, bis yang kami tumpangi menabrak truk bermuatan elpiji. Tetep aja tuh saia nya asyik-asyik aja tidur, hehehe

Rute yang kami lewati untuk sampai ke Dieng start dari Surabaya yaitu ambil Bis Eka langsung ke Magelang, walaupun nantinya bis Eka ini melewati Yogyakarta untuk singgah beristirahat. Dari Magelang langsung ambil bis kecil jurusan wonosobo, inget ya wonosobo, soalnya kita sempet diboongi. Bilang nya sih ke arah wonosobo, eh kita malah diturunin di jalan di oper ke bis lain. Usut punya usut sih bis yang kita tumpangi tadi kearah Sukoarjo. Setelah nyampe terminal wonosobo kurang lebih sekitar 2 jam an, kita oper lagi pakai bis kecil kearah Dieng.
Tulisan besar ditengah-tengah kota Dieng

Sore harinya kami baru nyampe Dieng, dari sepuluh orang yang berangkat naik bis, dua orang memisahkan diri menuju Gunung Sindoro, dan di Dieng ketemu sama tiga orang lagi dari Kab. Batang dan dari Cilacap. Personil kita kayak puzzle ya, ehehehe…

Setelah dengan perdebatan sengit, akhirnya kami putuskan untuk bermalam di Telaga cebong, di kaki Bukit Sikunir, alasannya sih biar deket kalo lihat sunrise nya. Dari Dieng ke Bukit Sikunir kita nyewa pick up sekitar 250 ribuan untuk rame-rame.

Nyampe di Telaga Cebong, sudah banyak tenda-tenda yang berdiri, dengan sedikit usaha dan upaya akhirnya kita bisa mendirikan tiga tenda di tengah-tengah hujan gerimis lebat(nah lho bingung kan mendeskripsikannya,wkekeke).

Jam 3 pagi, petugas Sikunir membangunkan kita lewat pengeras suara. Dan saia pun bertemu lagi dengan rombongan yang saya temui di Mushola Bungurasih, kalo kata si fitri sih “jodoh gak akan lari kemana dijehhh” hahahaha… Untuk mencapai puncak Sikunir memang hanya tersedia satu jalur, sayangnya hari itu kita kurang beruntung, karena cuaca kurang mendukung, sang mentari pun tak keliatan batang hidungnya. Tapi kalo kamu lihat postingan saya yang ini dijamin bakal ngiler deh liat golden sunrise di ketinggian.
Menunggu Sunrise di Bukit Sikunir

Menikmati Telaga Cebong dari Bukit Sikunir

My Team My Family :p

Melewati turunan bukit dengan jalur yang berbeda

Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Berlanjut

Penyuka siomay’, penyuka kwetiaw, penyuka green tea dan tiba-tiba suka berpergian’hanya untuk menikmati alam’

0 komentar: