Putuk Lesung, surga pendakian untuk pendaki pemula di Jalur Gunung Arjuna

03.04 6 Comments

Sunrise di Putuk Lesung
Hamparan Gunung yang tersebar di Jawa Timur menjadikan banyak sekali komunitas-komunitas pendakian yang baru maupun yang lama melakukan pendakian kecil-kecilan ataupun sekedar melepas penat di akhir minggu untuk menginjakkan kaki di ketinggian. Tak sedikit pula pendaki-pendaki pemula yang ingin merasakan sensasi ketinggian dengan balutan hawa dingin.

Putuk Lesung yang berada di jalur pendakian Gunung Arjuna via Purwosari menjadi salah satu pilihan wisata ketinggian untuk sekedar kangen dengan pendakian. Jalur ini bisa dibilang jalur wisata sejarah, dikarenakan banyak sekali situs-situs purbakala disepanjang jalur pendakian ini. Banyak juga yang melakukan ritual-ritual kejawen di sepanjang jalur ini, jadi jangan heran ya jika melakukan perjalan lewat jalur ini banyak ditemukan dupa, kembang, maupun orang yang sedang semedi. Cukup hormati dan tidak mengganggu sambil berlalu dan jangan sekali-kali mempunyai pikiran yang buruk atau berkata-kata buruk dalam hati.
Anak siapa ini?
Malam itu, saya bersama teman saya melajukan sepeda motor dari arah Surabaya, kami memang sudah janjian dengan teman-teman dari Pasuruan. Tepat pertigaan jalanan besar dengan lambang Purwosari kamipun berhenti, karena beberapa ratus meter dari situ kita akan belok kearah kanan. Kalo yang masih awam bisa langsung tanya ke arah Goa antaboga.

Setelah berisistirahat sejenak dan menitipkan kendaraan di rumah penduduk, kami melakukan pendakian malam itu juga, dengan tiket sebesar 10rb kamipun menjalani malam itu setapak dengan setapak dengan guyonan gak ada habis-habisnya dari lelaki-lelaki gila diantara cewek-cewek cantik, hehehe... 

Rute pendakian Putuk Lesung Gunung Arjuna dari rumah penduduk ke basecamp bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau sepeda motor, lama dengan berjalan kaki sekitar setengah jam.

Dari basecamp ke pos 1 atau Goa Antaboga sekitar 1-1,5 jam dengan ditandai dengan gerbang bertulis Goa antaboga atau patung naga dengan trek yang landai sedikit menanjak. Disini ada kran air yang bisa kalian gunakan untuk mengisi botol yang kosong.
Goa Antaboga
Dari Goa Antaboga ke pos watu tulis sekitar 30-45 menit dengan jalur yang menanjak, ada dua rute tapi nanti ujungnya akan mengarah ke watu tulis yang ditandai dengan sebuah batu yang besar dan datar di permukaannya, konon katanya batu ini pernah diduduki oleh presiden Sukarno dalam pelarian menghidari penjajah. Ada plang tulisan Watu tulis disitu. Disini juga terdapat kran air yang bisa kalian manfaatkan untuk mengisi perbekalan.
Watu Tulis
Dari Watu tulis akan bergerak kearah pos 2 sekitar 1-1,5 jam yang ditandai dengan banyaknya bangunan semi permanen yang berbentuk gubug-gubug yang bisa kalian manfaatkan untuk berisitirahat. Konon katanya bangunan ini didirikan oleh orang yang telah terkabul hajatnya sehingga disyaratkan untuk membangun bangunan disekitar sini. Di dekat sini terdapat pos sumber mata air Dewi Kunthi yang ditandai dengan pohon yang superduper besar. Ada plang yang mengarahkan kita untuk ke Putuk Lesung atau Puncak Arjuna. Jalanan ke Putuk lesung cenderung menurun dan landai hingga ditandai dengan bangunan ditengah hamparan rumput dan beberapa batu-batu bekas peninggalan jaman lampau disini.



Gak lupa untuk touch up bedak sama gincu dulu sebelum poto-poto, hehehe...
Selamat mencoba menikmati sunrise disini !

Penyuka siomay’, penyuka kwetiaw, penyuka green tea dan tiba-tiba suka berpergian’hanya untuk menikmati alam’

6 komentar:

  1. wahh.. gunung arjuna masih dalam list gunung yang ingin didaki nih.
    jalur putuk lesung menarik nih karena banyak situs sejarah yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya banyak banget peninggalan sejarah

      Hapus
  2. Gagal fokus kirain Gunung Arjuno via Putuk Lesung. :) Jadi ini bukit kayak Budug Asu di Kebun Teh Wonosari, Malang itu ya?

    BalasHapus
  3. Btw foto makanan nya itu pakai alas apa mba ?? Tenda yah

    BalasHapus