Ingin Punya Anak Berkualitas? Baca Dulu Ini

22.13 6 Comments


Bangsa yang kuat berawal dari gizi yang tercukupi.
Sepertinya kalimat ini selalu saya ingat ketika membahas tentang apa saja yang berbau dengan gizi. Kebetulan kami para blogger diundang dalam acara Nutrisi Untuk Bangsa yang diadakan dengan gaung hari Gizi Nasional.  Hujan yang tak kunjung henti sedari pagi tidak menyurutkan niat saya untuk berangkat ke acara ini.

Acara ini mengusung dengan tema pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan. Yang merupakan penentu bagaimana perkembangan anak setelah beranjak dewasa. Dibuka oleh perwakilan dari Danone Indonesia yaitu Bapak Arif Mujahidin selaku Communication Director Danone, acara ini disambut antusias oleh semua undangan yang hadir.
Bp. Arif, dr. Nur Aisyah, Bidan Atik
 
Dr. Nur Aisyah, Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKU UNAIR / RSUD dr. Soetomo Surabaya memaparkan bahwa nutrisi yang baik bukan dimulai dengan lahirnya bayi dari rahim seorang ibu, melainkan sejak saat bayi itu dibuat hingga proses kehamilan sampai bayi itu dilahirkan hingga 2 tahun setelah bayi tersebut lahir. Pada saat tersebut merupakan masa-masa emas pertumbuhan calon generasi bangsa. Diwaktu tersebut juga terjadi perkembangan otak yang sangat pesat dan berpengaruh terhadap anak pada masa yang akan datang.
  
Untuk ibu muda-muda atau calon ibu maupun perempuan yang akan menikah sebaiknya harus memahami pola-pola berikut :
  • - Memahami pentingnya pertumbuhan dan perkembangan mulai usia dalam kandungan sampai 2 tahun (1000 hari pertama)
  • - Memahami dampak gangguan pertumbuhan dan perkembangan di usia 0-2 tahun. Berupa gizi buruk maupun pertumbuhan anak yang pendek.
  • - Mengetahui pentingnya nutrisi untuk menunjang pertumbuhan yang optimal dangan cara mengerti tahapan pemberian makanan yang benar sesuai usia.
  • - MPASI harus mengandung cukup zat gizi makro dan mikro terutama zat besi dan protein hewani
  • - Memantau pertumbuhan yang benar dan kapan harus merujuk ke dokter.
 
Sesi kedua diisi oleh Ibu Bidan Atik Kasiati, bidan yang masih energik di usia kepala 6 ini lebih gamblang menjelaskan bagaimana  Bapak dan Ibu berpengaruh terhadap anak yang akan dilahirkan. Beliau selalu menghimbau untuk selalu menjaga kesehatan baik kesehatan badan terutama kesehatan reproduksi dimulai dari saat remaja, mengingat banyaknya angka terjangkitnya penyakit Hepatitis dan HIV Aids.  Jadi ketika akan menikah baik pihak perempuan dan laki-laki mempunyai tubuh yang sehat untuk dapat menghasilkan anak yang sehat pula. Seperti jika kita sering makan gula maka tubuh akan merasakan dampaknya 10-20 tahun kemudian yang bisa ditandai dengan penyakit diabetes.
  
Beliau juga bilang kalau mau curhat apa saja jangan sungkan-sungkan, sejak remaja harus dibiasakan curhat masalah kewanitaan agar nantinya bisa lebih terarah dengan baik. Buat ibu-ibu yang sudah menopause juga harus sering memeriksakan organ kewanitaannya agar kesehatan dapat terjaga dengan baik.
Setelah materi-materi kece diberikan, saatnya masak-masak. Kali ini kita masak puding labu kuning. Dan juga demo masak dari chef Renaldi dan Chef Rissa. Makan-makannnn……..
 

Penyuka siomay’, penyuka kwetiaw, penyuka green tea dan tiba-tiba suka berpergian’hanya untuk menikmati alam’

6 komentar:

  1. Alu lali ga foto ambek narsum'e. Padahal lho kece badai kabeh naterinya. Apalagi si Chef ganteng Koko itu tuh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... kalo liat yang ganteng bening2 lupa segalanya mbak...

      Hapus
  2. Apik bgt artikel ini. Sarat faedah

    BalasHapus
  3. Moga2 bidan di Indonesia banyak yg mau diajak curhat2an yaa

    www.renidwiastuti.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan curhat ke saya, itu berat, saya gak akan kuat, hahaha

      Hapus